11 Juli 2009

Krpt

Bukan bahasa planet Krypton (mungkin).

Kalo ngeliat status YM anak-anak if 06 kemaren, pasti ngeliat ada beberapa orang yang memasang status dengan format {md5}<32>. Sebenernya ini dimulai oleh seorang pria tampan yang sedang sibuk ngurusin pelewatan (passing) parameter password antar aplikasi web (tidak perlu dibahas lagi di sini ya, saya sudah setres), lalu iseng2 masang status dengan format sama dengan penyimpanan atribut userPassword di direktori LDAP.

Nah, barusan iseng-iseng memasukkan "md5 decryptor" di firefox (3.5 lho) dan sang rubah api pun langsung menampilkan sebuah situs yang menarik: http://www.md5encrypter.com/. Wow kk wow, saya punya saingan. Dan ternyata, selain bisa melakukan enkripsi teks dengan md5, ada pula menu untuk mendekripsikan md5 jadi teks lagi. Kesan pertama saya, "woh, gaul, tes ah."

Karena baru minta traktiran ngucapin selamat ulang tahun ke Obbie pia pesbuk, teks ucapan itulah yang menjadi kelinci percobaan (hebat ya saya bisa ngubah teks jadi kelinci. Dan kejadian berikutnya dapat ditebak: saya mengenkripsinya. Bisa. Reaksi biasa aja. Coba didekripsi. Bisa. Reaksi cukup kagum, lalu curiga. Kebetulan saudara eNur menggunakan teks ter-md5 untuk mengucapkan selamat (ga tau juga sih isinya ucapan selamat apa bukan) kepada saudara Obbie. Coba didekrip dan keluarlah pesan ini, "A decryption for this hash wasn't found in our database." Yaaah kirain beneran bisa dekrip, ternyata dicari di database.

Kesimpulan yang dapat diambil: Jangan sekali-kali, sekali lagi jangan, ngemdelimain teks dengan situs ini kecuali untuk iseng2 sahaja. Karena input anda dan emdelimaannya disimpen di database sehingga bisa didekrip oleh orang lain.

Solusi: Bagi yang mau ngemdelimain teks silakan hubungi saya saja pada jam kerja. Rahasia terjamin (kayak iklan apa ya?). Saat ini saya sudah menangani 6 orang klien lho.

24 Juni 2009

Surat Untuk Calon Presiden

Surat dari seorang mahasiswa tampan calon penerus bangsa.

Yang terhormat bapak/ibu calon presiden RI.

Apabila Anda bersedia mengerjakan tugas KP saya, saya dan teman-teman KP saya akan dengan senang hati memberikan suara kami kepada Anda pada pemilu mendatang. Terima kasih.

Saya serius.

21 Mei 2009

Silaturahim

Di sela-sela pembuatan makalah kripto yang baru 2,5 halaman.



Dapet dari sini.
Ini nih.

(udah lama sih sebenernya, tapi saya baru tau...)

15 Mei 2009

+1 untuk Windows Vista

+1 aja gan.

Maraknya pembajakan akun YM, Facebook, dll di labtek V membuat setiap orang harus berhati-hati ketika meninggalkan komputer ataupun laptopnya. Tidak peduli jauh atau dekat, sekali meninggalkan laptop dalam keadaan tidak terkunci akan berakibat fatal. Nama baik taruhannya.

Saya sebagai seorang yang pernah menjadi korban (dan asisten pelaku) tentu saja menganggap ini masalah yang cukup serius. Karena itu saya selalu meninggalkan laptop dalam keadaan terkunci. Sebelumnya saya selalu mengunci dengan mengklik tombol seperti pada Gambar 2.
Gambar 1
Ternyata eh ternyata, Microsoft dengan baik hati dan penuh pengertian memberikan fitur yang sangat menarik dan meringankan beban penggunanya. Pada Windows Vista, untuk melakukan penguncian cukup menekan tombol berikut.
Gambar 2

Wow kk wow. Benar-benar luar biasa Windows Vista ini. Saya kagum.

Tambahan lagi:
Pernah dengar istilah "banyak jalan menuju Roma"? Yak, pada Windows Vista pun tidak hanya satu cara untuk melakukan penguncian. Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menekan tombol Windows+L seperti pada Gambar 3.

Gambar 3

Silakan dipraktekkan di komputer atau laptop masing-masing, dan bersiaplah untuk terpukau.
Kesimpulan yang dapat diambil: Windows Vista memang menyimpan sejuta misteri yang belum terpecahkan.

Bonus:
Wow ternyata di blogspot bisa melakukan save dengan menekan tombol Ctrl+S. Luar biasa.

11 Maret 2009

Pegangan

Perlu sepertinya.

Banyak hal, penting maupun tidak, yang dipikirkan...
Banyak juga yang harus dilakukan...

Terlalu banyak fragmen ide yang mengambang...
Tanpa dasar tak jelas ujung...

Sekali lagi melihat luasnya dunia...
Semakin ingin keluar kandang...

Bingung...

26 Februari 2009

Penonton Film

Sebuah tulisan tidak penting untuk mengisi blog yang lama tak terisi.

Akhir-akhir ini tugas di IF mulai bermunculan dan mau tidak mau membuat pola hidup menjadi berubah. Biasanya setiap hari saya hanya bermain game dan/atau menonton film, sekarang bertambah satu kegiatan lagi, yaitu mengerjakan tugas. Dalam hidup ini terkadang kita tidak dapat mendapatkan semua, harus memilih salah satu dan mengorbankan yang lainnya. Saya sudah mengambil keputusan sulit dengan memilih untuk fokus mengerjakan tugas, walaupun tidak mengurangi 100% yang lainnya.

Pada beberapa postingan (masih belum nemu padanan kata yang tepat) saya sebelumnya, paragraf pertama hanya satu baris dan berisi komentar untuk judul ataupun keseluruhan postingan, dan paragraf kedua biasanya merupakan pembuka yang kadang tidak sesuai dengan isu utama yang ingin disampaikan. Kali ini juga begitu. Yang membuat beda adalah adanya paragraf ketiga (yang sedang anda baca ini) yang membahas ketidakpentingan itu.

Tiba-tiba terpikir oleh saya, seseorang yang gemar bermain game, biasanya disebut gamer. Sebenarnya saya ingin sekali membahasaindonesiakan istilah itu, tetapi jadinya tidak enak disebut. Begini, game bahasa Indonesianya permainan, kalau gamer berarti pemermainan. Sangat tidak enak diucapkan ataupun ditulis.

Nah, masalah lain adalah istilah untuk menyebut orang yang gemar menonton film. Istilah yang terpikirkan adalah penonton dan pemilm. Kalau penonton rasanya kurang tepat untuk merepresentasikan makna 'orang yang gemar menonton', mungkin jika maknanya 'orang yang menonton' akan lebih tepat. Pemilm, ini lebih aneh lagi. Sekarang coba menggunakan bahasa Ingggris, ada dua kemungkinan, watcher dan filmer.

Merujuk pada permasalahan sebelumnya yaitu gamer, pekerjaan yang dilakukan adalah bermain game, playing game kalo bahasa gaulnya mah. Disini dapat dilihat istilah yang digunakan adalah gamer, bukan player. Dengan begitu pada kasus menonton film (watching film) istilah yang tepat adalah filmer, karena sama-sama menggunakan kata benda sebagai kata dasarnya. Tapi kok ga enak.

Karena tidak menemukan istilah yang tepat untuk penonton film, untuk sementara istilah yang saya pakai untuk orang yang gemar menonton film adalah 'penggemar film'. Istilah itu saya pakai karena dirasa cukup relevan dan nyaman didengar.

Ada tanggapan dari penggemar film?

16 Januari 2009

Bersih-Bersih (Tidak Terlalu) Raya

Yang bener Bersih-Bersih Raya atau Bersih-bersih Raya menurut EYD?

Yak, barusan saya baru saja melakukan hal yang jarang dilakukan, yaitu membersihkan kamar. Seingat saya terakhir kamar ini dibersihkan sekitar dua bulan lalu, cukup lama juga. Motivasi saya melakukan ini... apa ya... tiba-tiba kepikiran aja. Mungkin karena otak dan tubuh saya sedang kompak (biasanya pengen tapi capek, atau lagi sehat-tampan-kuat-gagahberani-rajinmenabung-membantuneneknenekkakekkakekmenyebrangjalan-bisamelompat tapi males (ini yang lebih sering)).

Singkat kata beginilah kronologi kejadiannya kira-kira:

1.Yang pertama dilakukan adalah mengangkat (dan memindahkan) benda-benda yang tergeletak dilantai untuk memerluas daya jangkau sapu ijuk dan juga ruang gerak koloni-koloni debu di lantai yang siap dideportasi ke luar kamar.
--->lanjut Gan

2.Berikutnya adalah menyapu (pada kasus tertentu dapat ditambahkan kata 'lagi'). Karena tingkat kemahiran saya dalam merekayasa pergerakan sapu cukup rendah, beberapa prosedur harus diiterasi berkali-kali dan menyebabkan proses ini memakan waktu yang lebih lama dari yang diestimasikan.
--->jika (belum bersih) {ulangi no 2} jika (sudah bersih dan no 3 udah) {ke no 4} selain itu {ke no 3}

3.Setelah menyapu lantai, saya ngebutin (apa sih istilahnya? mengebuti?) karpet. Salahnya adalah, saya ngebutin karpetnya tepat di depan pintu kamar, sehingga angin yang lewat dengan isengnya dan tanpa rasa bersalah membawa partikulat-partikulat debu itu masuk kembali ke kamar*. Lantainya kotor lagi -_-.
--->kembali ke no 2

4.Mengembalikan benda-benda yang mendapat kehormatan untuk disebutkan pada poin no 1 ke habitatnya masing-masing. Untuk benda yang kodratnya diletakkan di lantai, kembalikan ke lantai (dari lantai kembali ke lantai). Yang tidak seharusnya di lantai diletakkan di tempat lain(dimanapun itu). Ini ternyata tidak cukup efektif untuk menyelesaikan masalah karena hanya memindahkan lokasi korban kemalesberesinan tersebut dari lantai ke lemari dan meja terdekat.
--->anggap aja udah kelar

*Pelajaran yang bisa diambil, lain kali kalo mau ngebutin karpet jangan di depan pintu kamar. Kalo masih nekat juga setidaknya lakukan pengebutan dengan pintu kamar dalam keadaan tertutup.

Ya udah. Gitu deh. Males bikin paragraf penutupnya.

National Geographic POD