Senin, 08 Februari 2010
Minggu, 31 Januari 2010
Sok Tau Dikit
Boleh lah.
Hari sabtu kemaren dikasih waktu 4 jam untuk bikin tutorial. Karena bingung mau bikin apa, ya sudah saya tuliskan saja apa yang sedang saya kerjakan.
Tutorialnya ada di sini. Isinya tentang membuat game flash di facebook. Tapi dasar banget, maklum masih cupu.
Sebenernya baru diajarin beberapa hari, tapi udah sok tau bikin-bikin tutorial. Di publish pula. Bahkan sang penulis pun belum pernah bikin game facebook sampe selesai. Haha.
Ya sudah lah.
P.S.: asik-asik ada bahan buat ngeblog
Hari sabtu kemaren dikasih waktu 4 jam untuk bikin tutorial. Karena bingung mau bikin apa, ya sudah saya tuliskan saja apa yang sedang saya kerjakan.
Tutorialnya ada di sini. Isinya tentang membuat game flash di facebook. Tapi dasar banget, maklum masih cupu.
Sebenernya baru diajarin beberapa hari, tapi udah sok tau bikin-bikin tutorial. Di publish pula. Bahkan sang penulis pun belum pernah bikin game facebook sampe selesai. Haha.
Ya sudah lah.
P.S.: asik-asik ada bahan buat ngeblog
Rabu, 09 Desember 2009
Tato Gagal
Kurang gahar.
Tadi teman saya iseng-iseng menato saya. Tapi ternyata hasilnya kurang bagus. Entah kenapa si tato ga nempel sepenuhnya di kulit.
Beginilah jadinya:
Bagi yang ga tau atau merasa gambarnya kurang jelas. Ini gambar Gaara.
Haha. Ternyata bersihin tato ginian susah juga.
Tadi teman saya iseng-iseng menato saya. Tapi ternyata hasilnya kurang bagus. Entah kenapa si tato ga nempel sepenuhnya di kulit.
Beginilah jadinya:
Bagi yang ga tau atau merasa gambarnya kurang jelas. Ini gambar Gaara.
Haha. Ternyata bersihin tato ginian susah juga.
Sabtu, 21 November 2009
Muka Dua
Atau Dua Muka?
Setelah iseng menonton kembali The Dark Knight, entah mengapa saya merasa lebih suka karakter si Two-Face dibanding Joker.
"You thought we could be decent men at an indecent time. But you were wrong; the world is cruel, and the only morality in a cruel world is chance. Unbiased. Unprejudiced. Fair"
Yey, hidup koin.
Setelah iseng menonton kembali The Dark Knight, entah mengapa saya merasa lebih suka karakter si Two-Face dibanding Joker.
"You thought we could be decent men at an indecent time. But you were wrong; the world is cruel, and the only morality in a cruel world is chance. Unbiased. Unprejudiced. Fair"
Yey, hidup koin.
Pemilahan Sampah
Masih agak bingung.
Saya sebagai manusia yang baik selalu berusaha untuk selalu membuang sampah pada tempatnya (lihat kata berusaha? manusia bisa berusaha, tapi Tuhan yang menentukan hasilnya). Kalo ga nemu tempat sampah biasanya sampah saya kantongin dulu sampe ketemu tempat sampah. Baru dibuang (maksudnya setelah itu barulah dibuang sampahnya, bukan barang baru beli langsung dibuang).
Eh jadi banyak kalimat di dalam kurung ya (biarlah (mumpung ada kesempatan nyobain kalimat dalam kurungnya bersarang (lagi ah (jumlah kurung buka dan kurung tutupnya sama kan?)))). Ayo fokus fokus.
Jadi masalahnya itu, saya tidak tahu pemilahan sampah itu tujuannya untuk memisahkan sampah organik dari sampah anorganik, atau memisahkan sampah anorganik dari sampah organik. Kalo melihat dari pengolahan lebih lanjutnya sih sepertinya tujuannya untuk memisahkan sampah anorganik dari sampah organik. Misal sampah organik mau dipupukkan, kalo ada anorganiknya nanti malah merusak lingkungan juga ujung-ujungnya. Sebaliknya, kalo sampah anorganik mau didaur ulang, ada kecampur2 organik dikit gapapa kali ya, kan bisa dicuci dulu.
Ga tau juga sih ya. Saya ngasal. Ga yakin. Ntar tanya temen yang anak TL deh. Untuk sementara gunakan asumsi sendiri dulu, yang penting ga dibuang sembarangan. Udahan ah.
Mari kita membuang sampah pada tempatnya. Mari kita 'menyampah' dimanapun. Ngomong-ngomong, sampah masyarakat dibuang kemana ya?
Saya sebagai manusia yang baik selalu berusaha untuk selalu membuang sampah pada tempatnya (lihat kata berusaha? manusia bisa berusaha, tapi Tuhan yang menentukan hasilnya). Kalo ga nemu tempat sampah biasanya sampah saya kantongin dulu sampe ketemu tempat sampah. Baru dibuang (maksudnya setelah itu barulah dibuang sampahnya, bukan barang baru beli langsung dibuang).
Eh jadi banyak kalimat di dalam kurung ya (biarlah (mumpung ada kesempatan nyobain kalimat dalam kurungnya bersarang (lagi ah (jumlah kurung buka dan kurung tutupnya sama kan?)))). Ayo fokus fokus.
Sebelumnya kita lihat dulu. Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos;
2. Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton;
*ini ngopi, sumber tidak dicantumkan karena sudah terlanjur ditutup tabnya dan saya malas mencari lagi (mohon maaf kepada penulis aslinya)
Oh saya kira kertas dan kayu termasuk organik. Yang bener mana nih?
Kedua jenis sampah ini katanya sih harus dibuang secara terpisah. Mungkin biar penanganannya bisa lebih mudah kali ya. Yang anorganik bisa didaur ulang, yang organik bisa di ... ng... dibakar? dijadikan pupuk? entahlah.
Sekilas memilah sampah memang terdengar mudah (walaupun banyak yang tidak melakukannya), tapi entah mengapa saya terkadang merasa sulit menentukan apakah sebuah (atau sekumpulan) sampah tergolong organik atau anorganik. Misalnya plastik berisi makanan (misal somay (bukan somay sparta karena saya ga yakin jaman itu udah ada kantong plastik)), nah itu kan isinya organik, tapi luarannya anorganik. Jadi harus dibuang kemana? Ya masa harus diperes dulu plastiknya, kelamaan.
Jadi masalahnya itu, saya tidak tahu pemilahan sampah itu tujuannya untuk memisahkan sampah organik dari sampah anorganik, atau memisahkan sampah anorganik dari sampah organik. Kalo melihat dari pengolahan lebih lanjutnya sih sepertinya tujuannya untuk memisahkan sampah anorganik dari sampah organik. Misal sampah organik mau dipupukkan, kalo ada anorganiknya nanti malah merusak lingkungan juga ujung-ujungnya. Sebaliknya, kalo sampah anorganik mau didaur ulang, ada kecampur2 organik dikit gapapa kali ya, kan bisa dicuci dulu.
Ga tau juga sih ya. Saya ngasal. Ga yakin. Ntar tanya temen yang anak TL deh. Untuk sementara gunakan asumsi sendiri dulu, yang penting ga dibuang sembarangan. Udahan ah.
Mari kita membuang sampah pada tempatnya. Mari kita 'menyampah' dimanapun. Ngomong-ngomong, sampah masyarakat dibuang kemana ya?
Kamis, 19 November 2009
2012 dan Orang-Orang yang Beruntung
Ikut-ikutan ngomongin pelem 2012 ah.
Nampaknya film 2012 menjadi salah satu bahan perbincangan yang menarik akhir-akhir ini. Katanya sih MUI Malang sempet "ngapa-ngapain" film ini. Saya sendiri ga tau ngapa-ngapainnya ini apa, entah melarang atau mengimbau atau memperingatkan, entahlah. Tapi saya ga mau ikut-ikutan bahas yang gituan. Pengen melihat film ini dari sisi yang lain.
Saya sudah mendengar banyak kritik mengenai film ini, terutama mengenai ketepatan waktu dan keselamatan sang tokoh utama. Mungkin bagi sebagian orang ini cukup mengganggu dan mengurangi penilaiannya atas film ini. Tapi tidak bagi saya.
Bagi saya ketika menonton film yang penting adalah melihat efek-efek indah dan "mengerikan" dan aksi para jagoannya. Cerita bisa nomor 2. Ya, pola pikir saya memang sederhana, terlalu sederhana mungkin. Makanya ga bakal cocok jadi kritikus film, ntar kalo ngasih nilai (skala 1-10, tipe float) cuma antara 1 (ga suka dan/atau jelek), 9 (bagus), atau 10 (legen -------- dary).
Sekarang mengenai keselamatan sang tokoh utama. Yah wajar aja lah kalo tokoh utama selamat sampe akhir film. Kalo di tengah-tengah film tokoh utamanya mati lagi seru-serunya [spoiler] kabur naik mobil menghindari reruntuhan gedung[/spoiler], terus filmnya tamat, kan ga asik juga.
Kalo saya mikirnya suka dibalik. Misal A adalah sang tokoh utama. Si A selamat bukan karena dia tokoh utama, tapi si A jadi tokoh utama di film itu karena dia salah satu yang selamat sampe akhir. Ngapain juga nyeritain orang yang ga selamat padahal ada orang lain yang selamat.Yah malah jadi spoiler bahwa di film ini ada yang selamat, maaf maaf.
Udah deh gitu aja. Saya ga terlalu peduli ini film mau ditarik lagi atau menang penghargaan atau pembuatnya dipenjara seumur hidup, yang penting saya udah nonton (dance).
Nampaknya film 2012 menjadi salah satu bahan perbincangan yang menarik akhir-akhir ini. Katanya sih MUI Malang sempet "ngapa-ngapain" film ini. Saya sendiri ga tau ngapa-ngapainnya ini apa, entah melarang atau mengimbau atau memperingatkan, entahlah. Tapi saya ga mau ikut-ikutan bahas yang gituan. Pengen melihat film ini dari sisi yang lain.
Saya sudah mendengar banyak kritik mengenai film ini, terutama mengenai ketepatan waktu dan keselamatan sang tokoh utama. Mungkin bagi sebagian orang ini cukup mengganggu dan mengurangi penilaiannya atas film ini. Tapi tidak bagi saya.
Bagi saya ketika menonton film yang penting adalah melihat efek-efek indah dan "mengerikan" dan aksi para jagoannya. Cerita bisa nomor 2. Ya, pola pikir saya memang sederhana, terlalu sederhana mungkin. Makanya ga bakal cocok jadi kritikus film, ntar kalo ngasih nilai (skala 1-10, tipe float) cuma antara 1 (ga suka dan/atau jelek), 9 (bagus), atau 10 (legen -------- dary).
Sekarang mengenai keselamatan sang tokoh utama. Yah wajar aja lah kalo tokoh utama selamat sampe akhir film. Kalo di tengah-tengah film tokoh utamanya mati lagi seru-serunya [spoiler] kabur naik mobil menghindari reruntuhan gedung[/spoiler], terus filmnya tamat, kan ga asik juga.
Kalo saya mikirnya suka dibalik. Misal A adalah sang tokoh utama. Si A selamat bukan karena dia tokoh utama, tapi si A jadi tokoh utama di film itu karena dia salah satu yang selamat sampe akhir. Ngapain juga nyeritain orang yang ga selamat padahal ada orang lain yang selamat.Yah malah jadi spoiler bahwa di film ini ada yang selamat, maaf maaf.
Udah deh gitu aja. Saya ga terlalu peduli ini film mau ditarik lagi atau menang penghargaan atau pembuatnya dipenjara seumur hidup, yang penting saya udah nonton (dance).
Selasa, 10 November 2009
Selamat Ulang Tahun HMIF
Semoga panjang umur, sehat selalu, dan cepat dapat jodoh.
Pada hari ini katanya HMIF berulang tahun ke 27. Saya bilang "katanya" karena waktu itu saya belum lahir, sapa tau ada oknum yang dengan sengaja merekayasa sejarah untuk kepentingan golongannya. Atau mungkin saja pernah salah tulis.
Terlepas dari itu, saya pengen bilang selamat ulang tahun saja. Di HMIF saya banyak belajar, banyak tertawa, dan sangat jauh lebih banyak nyampah. HMIF juga pernah menjadi rumah keempat saya.
Maaf sekarang saya sudah tidak aktif lagi (eh, dulu juga nggak) dan sudah menemukan rumah kelima saya. Kalo bener-bener dibutuhkan saya akan kembali lagi. Tapi kalo ada yang bisa gantiin ya dia aja, fufufu.
Udah gitu aja. Yang penting nulis blog. Lalala.
Pada hari ini katanya HMIF berulang tahun ke 27. Saya bilang "katanya" karena waktu itu saya belum lahir, sapa tau ada oknum yang dengan sengaja merekayasa sejarah untuk kepentingan golongannya. Atau mungkin saja pernah salah tulis.
Terlepas dari itu, saya pengen bilang selamat ulang tahun saja. Di HMIF saya banyak belajar, banyak tertawa, dan sangat jauh lebih banyak nyampah. HMIF juga pernah menjadi rumah keempat saya.
Maaf sekarang saya sudah tidak aktif lagi (eh, dulu juga nggak) dan sudah menemukan rumah kelima saya. Kalo bener-bener dibutuhkan saya akan kembali lagi. Tapi kalo ada yang bisa gantiin ya dia aja, fufufu.
Udah gitu aja. Yang penting nulis blog. Lalala.
Langgan:
Entri (Atom)

