Saya sebagai manusia yang baik selalu berusaha untuk selalu membuang sampah pada tempatnya (lihat kata berusaha? manusia bisa berusaha, tapi Tuhan yang menentukan hasilnya). Kalo ga nemu tempat sampah biasanya sampah saya kantongin dulu sampe ketemu tempat sampah. Baru dibuang (maksudnya setelah itu barulah dibuang sampahnya, bukan barang baru beli langsung dibuang).
Eh jadi banyak kalimat di dalam kurung ya (biarlah (mumpung ada kesempatan nyobain kalimat dalam kurungnya bersarang (lagi ah (jumlah kurung buka dan kurung tutupnya sama kan?)))). Ayo fokus fokus.
Sebelumnya kita lihat dulu. Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos;
2. Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton;
*ini ngopi, sumber tidak dicantumkan karena sudah terlanjur ditutup tabnya dan saya malas mencari lagi (mohon maaf kepada penulis aslinya)
Oh saya kira kertas dan kayu termasuk organik. Yang bener mana nih?
Kedua jenis sampah ini katanya sih harus dibuang secara terpisah. Mungkin biar penanganannya bisa lebih mudah kali ya. Yang anorganik bisa didaur ulang, yang organik bisa di ... ng... dibakar? dijadikan pupuk? entahlah.
Sekilas memilah sampah memang terdengar mudah (walaupun banyak yang tidak melakukannya), tapi entah mengapa saya terkadang merasa sulit menentukan apakah sebuah (atau sekumpulan) sampah tergolong organik atau anorganik. Misalnya plastik berisi makanan (misal somay (bukan somay sparta karena saya ga yakin jaman itu udah ada kantong plastik)), nah itu kan isinya organik, tapi luarannya anorganik. Jadi harus dibuang kemana? Ya masa harus diperes dulu plastiknya, kelamaan.
Jadi masalahnya itu, saya tidak tahu pemilahan sampah itu tujuannya untuk memisahkan sampah organik dari sampah anorganik, atau memisahkan sampah anorganik dari sampah organik. Kalo melihat dari pengolahan lebih lanjutnya sih sepertinya tujuannya untuk memisahkan sampah anorganik dari sampah organik. Misal sampah organik mau dipupukkan, kalo ada anorganiknya nanti malah merusak lingkungan juga ujung-ujungnya. Sebaliknya, kalo sampah anorganik mau didaur ulang, ada kecampur2 organik dikit gapapa kali ya, kan bisa dicuci dulu.
Ga tau juga sih ya. Saya ngasal. Ga yakin. Ntar tanya temen yang anak TL deh. Untuk sementara gunakan asumsi sendiri dulu, yang penting ga dibuang sembarangan. Udahan ah.
Mari kita membuang sampah pada tempatnya. Mari kita 'menyampah' dimanapun. Ngomong-ngomong, sampah masyarakat dibuang kemana ya?


